WASMAD RATNA ZAIDAH MONEV PAT ONLINE DI MAN 3 ABES, PANITIA MONITOR UJIAN VIA HT

Wasmad mewawancarai siswa terkait aplikasi KODESOAL

[Indrapuri 6/6] Pengawas Madrasah Ibu Hj. Ratna Zainah melakukan monitoring dan evaluasi (Monev) pelaksanaan ujian di MAN 3 Aceh Besar pada hari selasa 6 Juni 2023 yang masih tetap menggunakan aplikasi KODESOAL untuk proses Penilaian Akhir Tahun (PAT) Online yang diikuti 240 siswa-siswi kelas X dan XI berlangsung ini mulai 31 Mei s.d 10 Juni 2023, bukan hanya untuk PAT Panitia Pelaksana juga menggunakan aplikasi berbasis HP Android ini untuk Asesmen Madrasah (AM) siswa kelas XII yang diikuti 96 siswa bulan Maret 2023 lalu.

Penggunaan aplikasi KODESOAL untuk ujian daring maupun ulangan daring di MAN 3 Aceh Besar sudah berlangsung selama 3 tahun, setelah beberapa tahun sebelumnya masih menggunakan Google Form. KODESOAL merupakan aplikasi berbayar namun sangat terjangkau dan mampu meminimalisir kecurangan peserta ujian, hal ini diinisiasi oleh salah seorang Guru dan Pakar IT MAN 3 Aceh Besar, Hikmat Maswara, S.Hum.

Berdialog dengan pengawas PAT

Bu Ratna (sapaan akrab beliau) sangat mengapresiasi pelaksanaan PAT melalui aplikasi tersebut karena bisa memaksimalkan manfaat penggunaan HP Android oleh siswa. “Saya sangat senang dengan Langkah maju ini, apalagi sekolah kita sudah tiga tahun gunakan KODESOAL. Anak-anak didik kan bisa lebih memanfaatkan HP yang mereka miliki, di samping itu juga sudah saatnya kita kurangi ujian dengan Paper Based Test (PBT). Apresiasi kami untuk semua Panitia dan Guru yaa…”, ujar Pengawas Teladan Nasional 2021 ini.

Kepala MAN 3 Aceh Besar, Drs. H. Burhanuddin selaku penanggungjawab kegiatan juga sangat mendukung penggunaan aplikasi ini karena selain memudahkan bagi siswa juga bisa menghemat begitu besar anggaran sekolah yang terserap untuk meng-copy soal bila ujian menggunakan kertas. Beliau menuturkan “Selain bisa hemat anggaran, ujian menggunakan HP menurut kami kini memang sudah eranya, banyak urusan dan kepentingan masyarakat umum sekarang juga menggunakan HP karena sangat mudah dilakukan”. Beliau menambahkan “siswa pada umumnya sudah sangat siap dengan penggunaan teknologi yang ada di genggaman mereka, kenapa harus kita sia-siakan?” tutupnya.

Pelaksanaan PAT kali ini tersebar di 12 ruang kelas dengan 20 siswa per-kelas, hal ini guna memudahkan guru pengawas memantau dan membantu sinyal Hotspot bila tiba-tiba sinyal di HP siswa bermasalah. Ketua Panitia PAT yang juga Wakamad Akademik, Azwir Adnan mengatakan bahwa PAT melalui HP Android ini merupakan proses penyiapan siswa sebelum masuk ke kampus atau dunia kerja. “Saat ini 95% siswa kami punya HP Android, sebagai pembimbing bagi mereka kita harus manfaatkan situasi ini untuk pembelajaran penting bagi mereka. Kita tahu bahwa saat ini mayoritas anak-anak gunakan HP untuk bermain game, kalau ujian tidak kita laksanakan pakai HP maka mereka tidak akan tahu kegunaan lainnya dari HP yang lebih besar artinya bagi masa depan mereka.

Menurut Pak Azwir, saat ini HP merupakan kebutuhan sekunder yang mendekati primer, bahkan siswa yang baru tamat dituntut mendaftarkan diri/registrasi kuliah juga melalui HP. “Kita harus siapkan anak didik untuk era baru yang sangat berbeda dengan era kita sekolah dulu dalam segi ketersediaan fasilitas dan teknologi. Kami lihat siswa-siswi disini mendaftar kuliah dan beasiswa juga menggunakan HP tidak perlu laptop. Jadi kalau situasi ini kita arahkan sejak kelas X maka akan semakin menyadarkan mereka akan kegunaan HP dan memudahkan kinerja mereka ke depan.”

Ketua Panitia menjelaskan detail cara kerja KODESOAL di layar HP siswa

Menurut beliau masih ada sekitar 5% lagi siswa MAN 3 Aceh Besar yang belum memiliki HP Android karena berasal dari keluarga yang sangat kurang mampu. Untuk mengatisipasi hal ini, Panitia Pelaksana meminjam beberapa HP milik guru untuk digunakan siswa selama ujian agar mereka tidak tertinggal dalam proses penilaian ini.

Panitia Pantau Ujian Via Handy Talky.

Pada kesempatan Monev kali ini Bu Wasmad sempat bertanya tentang fungsi HT (Handy Talky) yang ada di meja dan di tangan panitia serta hubungannya dengan PAT. Beliau tampak tersenyum puas saat mendengarkan dari Panitia bahwa HT tersebut merupakan milik sekolah dan selalu digunakan oleh Panitia baik dari guru atau siswa untuk memantau dan sebagai media koordinasi jalannya suatu kegiatan. Untuk PAT juga demikian, HT dipegang oleh Ketua Panitia dan dan beberapa anggota untuk kelancaran koordinasi tanpa harus mengeluarkan biaya pulsa. Bahkan Bu Ratna juga sempat mencoba berkomunikasi menggunakan Handy Talky dengan panitia untuk memastikan keterangan dan penjelasan yang disampaikan panitia pelaksana PAT. Beliau berharap semakin banyak terobosan ke depan dilakukan oleh guru MAN 3 Aceh Besar. (UA)

Scroll to Top