Perjuangan Menggapai Impian

By. Naila Sarfaiya

Matahari tak lagi menampakkan wajahnya, gemuruh cahaya langit mulai terdengar pertanda akan turun hujan, namun rupanya tak mematahkan semangat seorang gadis dalam menggapai impian.

Dia seorang gadis yang bernama Alexsa yang berasal dari desa, yang bertekad keras ingin melanjutkan kuliah setelah lulus SMA.

Namun cita-cita mulia itu ternyata tidak mendapat persetujuan dari sang ibu tercinta, lantaran masalah ekonomi, sehingga Alexsa menghabiskan waktunya untuk mengurung dirinya di kamar.

Pada suatu hari Alexsa membantu ibunya berberes-beres dan ketika saat itu Alexsa melihat foto almarhum ayahnya yang bergemuluran debu, yang sudah lama tidak dibersihkan, sehingga Alexsa terus memandang foto almarhum ayahnya sambil berkata “Ayah kenapa kau begitu cepat meninggalkan Alexsa? Dengan suara tangisan menggelegar memecahkan kesunyian dini hari”. Setelah Alexsa menatap lama foto almarhum ayahnya, Alexsa merasa tidak mempunyai semangat lagi untuk menjalani hari-hari nya, ia menjadi sangat tertutup dan lebih suka menyendiri, namun dibalik semua itu ia selalu berprinsip “ I have Allah, I have Allah everything ”. Alexsa yakin kalau suatu hari dia akan pergi ke fakultas favorit nya, yaitu UGM (universitas gajah Mada). Dengan tekad dan keyakinan yang kuat, sehingga Alexsa lebih giat untuk membantu ibunya menjual daun singkong keliling, dengan harga Rp. 2000, sehingga Alexsa mulai bekerja dari jam 07:00 wib sampai siang. Setelah itu, Alexsa juga lanjut kerja di warung pak Udin Assomatz, sebagai barang pelayan untuk mengangkat barang dan susun di rak yang sudah di tentukan, sehingga Alexsa pulang jam 18:15 wib.

Pada suatu ketika Alexsa merasa lelah karena dia merasa perjuangan yang dilakukan sia-sia sehingga Alexsa down, yang sangat panjang. Sehingga Alexsa lebih memilih di kamar dari pada keluar sambil menatapi semua perjuangan yang Alexsa lakukan.

Pada suatu ketika ibunya Alexsa mengantar makanan kepada Alexsa sambil berkata “Alexsa makan dulu nak” Alexsa pun menjawab “ibu kenapa kehidupan Alexsa semakin berantakan, perjuangan yang Alexsa lakukan juga sia-sia, Alexsa capek bu. Alexsa menjawab “nak! Kamu yang sabar ya, kamu gak boleh menyerah, kamu harus tetap semangat” Alexsa menjawab “ iya bu”. Setelah itu Alexsa pun lanjut makan yang dibawa ibunya tadi, sambil di temani ibu. Setelah Alexsa makan dengan lahap, ibu Alexsa memberi tau kalau ibu punya tabungan untuk Alexsa kuliah.

“Alexsa!”. seru ibu, lalu Alexsa pun menjawab, “iya Bu” ada apa? Tanya Alexsa. “Ibu punya sedikit punya tabungan untuk kamu pergi kuliah”

Alexsa pun menjawab “ Bu simpan saja tabungan ibu”, ibu Alexsa pun menjawab “nak pendidikan mu lebih penting dari segalanya.

Dan pada akhirnya Alexsa pun pergi ke kampus favorit nya, sehingga Alexsa berjuang keras untuk membuat ibunya bahagia dan setelah Lika-liku yang dilalui oleh Alexsa akhirnya selesai dia Cumlaude 3 tahun di kampus nya dan Alexsa menjadi salah satu mahasiswa yang berprestasi. setelah dia cumlaude dalam waktu 3 tahun akhirnya dia pulang ke kampung halamannya, dan setelah dia berada di kampung halamannya dia begitu senang dan gak sabar ingin menjumpai ibunya.

Alexsa pun sampai ke halaman rumahnya, Alexsa pun mengetuk pintu, “assalamualaikum Bu, Bu! Bu! Bu! ini Alexsa udah pulang” dan ternyata gak ada jawaban di dalam rumah nya, tiba-tiba ada salah satu tetangga berkata “Alexsa kamu udah pulang nak?” Alexsa pun menjawab “ iya bude, oh iya bude ibu ke mana?” Budenya pun menjawab “alexsa ibu kamu sudah meninggal 2 tahun yang lalu” Inna lillahi wainna ilaihi Raji’un teriak Alexsa, ibu kenapa pergi, ibu kenapa pergi meninggalkan Alexsa. Bu, Alexsa pun menangis tersedu-sedu. Bude berkata “Alexsa jangan sedih nak, ibumu menitipkan pesan kepada bude” Alexsa kamu anak yang kuat, semangat menempuh masa depan, semoga kamu bahagia selalu, ibu sayang kamu nak, kata bude yang diamanahkan untuk Alexsa dan pada akhirnya Alexsa memulai hidup baru di kota dengan kebahagiaan yang dia tempuh.

Intinya: “jangan pernah berputus asa atas apa yang kamu alami,dan terus berjuang untuk cita-cita masa depan mu”

“Kegagalan bukan berarti menyerah , tapi kegagalan adalah salah satu jalan untuk masa depan.”:⁠-⁠)

TAMAT

Scroll to Top