MANTAB FAIR; THE LONGEST EVENT

The Longest Event of Schools

[Indrapuri 13/2] MANTAB Fair merupakan even di MAN 3 Aceh Besar yang dilaksanakan secara rutin setiap tahunnya tanpa jeda sejak tahun 2009, bahkan di masa pandemic Covid-19 pun kegiatan ini tetap bisa dilangsungkan tanpa ada hambatan, dimana pada masa tersebut hampir seluruh dunia mengalami kebijakan Lockdown dari pemerintah masing-masing.

Kalimat “The Longest Event” ini  meminjam ucapan Pengawas MAN 3 Aceh Besar, Ibu Hj. Ratna Zaidah, S.Ag, M.Ed saat beliau baru menjadi Pengawas MAN 3 Aceh Besar tahun 2020 lalu. Kala itu beliau bertanya kepada para guru “sudah berapa lama kegiatan ini dibuat?”, para guru pun menjawab; “sudah sejak tahun 2009 tanpa ada jeda sekali pun”. Dan beliau dalam suatu kesempatan memberi kata-kaa sambutan Pembukaan MANTAB Fair ke-13 mengucapkan kalimat ini, karena menurutnya inilah satu-satunya even lomba yang paling lama diadakan dan diikuti oleh sekolah.

Apa dan bagaimana sejarah MANTAB Fair ini? Disini kami akan coba mengungkapkan kembali sedikit berdasarkan fakta empiris sebagai pelaku atau panitia kegiatan ini sendiri.

MANTAB merupakan singkatan dari “MAN Tiga Aceh Besar” yang namanya berubah dari MAN Indrapuri sejak tahun 2016 dan penomoran seperti ini berlaku untuk seluruh madrasah di Indonesia berdasarkan kabupaten/kota masing-masing. Sebelum dikenal dengan nama MANTAB Fair, kegiatan ini lebih populer dengan Aneka Lomba Ke-1, Ke-2, dan seterusnya. Perubahan nama kegiatan ini sendiri seiring perubahan dan penambahan beberapa sistem dan cabang lomba serta cakupannya yang lebih luas.

Dekorasi panggung Aneka Lomba sangat alami

Kegiatan ini pertama sekali dilaksanakan dengan nama Aneka Lomba diadakan dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad saw. pada tahun 2009, pada saat itu Kepala MAN Indrapuri dijabat oleh Bapak Sudirman M, S.Ag (saat artikel ini ditulis beliau masih menjabat sebagai Kepala MTsN 2 Aceh Besar, Tungkop Darusssalam). Kegiatan pertama ini dilaksanakan dengan sangat sederhana dan hanya mengundang sekitar 6 sekolah peserta, yakni MTsN Indrapuri (MTsN 1 Aceh Besar sekarang), SMPN 1 Indrapuri, SMPN 2 Indrapuri, SMPN 1 Kuta Cot Glie, SMPN 2 Kuta Cot Glie, dan SMPN 3 Kuta Cot Glie. Kegiatan ini terus berlanjut di tahun-tahun berikutnya dengan perbaikan dalam banyak hal setiap tahunnya, bahkan cabang-cabang lomba pun terus bertambah dari tahun ke tahun.

Penyerahan Hadiah Aneka Lomba

Adapun tujuan dari kegiatan Aneka Lomba ini, untuk mengenalkan MAN Indrapuri kepada siswa-siswi MTs/SMP sekitaran Indrapuri dan Kuta Cot Glie yang akan tamat dengan harapan mereka bisa tertarik masuk/melanjutkan studi ke MAN Indrapuri, dan dua daerah ini menjadi basis utama penghasil siswa yang akan masuk ke MAN Indrapuri. Gayung pun bersambut, ternyata apa yang diniatkan menjadi keyataan; siswa MAN Indrapuri pada awalnya hanya sekitar 100 siswa untuk tiga tingkatan kelas, setelah Aneka Lomba Ke-1 langsung terjadi penambahan yang cukup signifikan dan tentunya hal ini memacu adrenalin Keluarga Madrasah untuk terus menjaga momentum ini secara kontinyu. Jika dilihat sejak pertama sekali Aneka Lomba diadakan hingga saat ini maka jumlah siswa hingga tahun 2023 mengalami tren kenaikan hingga 250% (dua ratus lima puluh persen).

Pada pertengahan tahun 2011 Kepala Madrasah pun berganti kepada Bapak Arjuna, S.Pd, M.Pd (saat ini Kepala MAN 1 Aceh Besar), beliau mendapat kepercayaan menjabat sampai tahun 2018. Selama kepemimpinan beliau pun Aneka Lomba ini tetap berjalan secara kontinyu dengan penambahan jumlah sekolah peserta yang terus meningkat, bahkan harus dibatasi oleh panitia mengingat singkatnya waktu pelaksanaan dan juga lokasi sekolah di atas pegunungan yang hanya berdiri sendiri tanpa ada sekolah lain di sekelilingnya. Nama Aneka Lomba berubah menjadi MANTAB Fair terjadi pada tahun 2017 melalui musyawarah dewan guru dan siswa selaku panitia pelaksana.

Tahun 2018 Bapak Sanusi M, S.Pd dilantik menjadi Kepala MAN 3 Aceh Besar dan hanya sempat memimpin selama 2,5 tahun sebelum beliau meninggal dunia pada tahun 2020. Di bawah kepemimpinan beliau kegiatan MANTAB Fair masih tetap berlangsung di samping banyak kegiatan lainnya berbasis siswa yang dilaksanakan di MAN 3 Aceh Besar.

Selama masa transisi/peralihan kepada Kepala Madrasah yang baru, salah seorang guru setempat Bapak Azwir Adnan, S.Pd.I diamanahkan sebagai Plt. (Pelaksana Tugas) Kepala Madrasah untuk masa 8 bulan sejak Oktober 2020 hingga Juni 2021. Dalam masa transisi ini pun MAN 3 Aceh Besar tetap melaksanakan MANTAB Fair di tengah kondisi Indonesia yang sedang mengalami Lockdown di berbagai daerah termasuk Aceh, namun saat ketentuan Tatap Muka Terbatas di sekolah diberlakukan MAN 3 Aceh Besar berhasil mengambil peluang dan mengadakan MANTAB Fair ke-13 dengan protocol kesehatan yang ketat, seperti kewajiban memakai masker bagai guru dan seluruh siswa peserta.

Bapak Suryadi, S.Ag saat masih menjadi Guru MAN Indrapuri

Pada bulan Juni 2021 MAN 3 Aceh Besar dipimpin oleh Bapak Drs. H. Burhanuddin hingga saat ini, dan pada masa kepemimpinan beliau sudah kali MANTAB Fair dilangsungkan ditambah lagi dengan makan kenduri Kuah Beulangong setiap penutupan acara, yang dimasak bersama oleh siswa dan guru. Untuk tahun 2023 ini panitia memasak 3 (tiga) beulangong daging lembu ditambah menu-menu dan lauk lainnya.

Siapa Panitianya? Kegiatan Aneka Lomba/MANTAB Fair dilaksanakan oleh Siswa dan Guru yang berkolaborasi dalam kepanitiaan dimana posisi guru sebagai pengarah (Steering Committee) dan Siswa/OSIM sebagai pelaksana atau (Organizing Committee), bahkan dalam posisi Dewan Juri Lomba pun ada kolaborasi siswa dan guru serta beberapa alumni yang pernah terlibat sebagai panitia saat masih menjadi siswa.

Penggabungan siswa dan guru ini bermaksud untuk memberikan pembelajaran dan pengalaman kepada siswa-siswi untuk mengelola dan belajar memecahkan langsung masalah yang ada tentunya dalam pengawasan dan arahan dari guru, karena kegiatan ini merupakan Ekstrakurikuler penting bagi siswa MAN 3 Aceh Besar agar mereka tampil saat berada di kampus juga di kampungnya.

Dananya dari mana? Ini merupakan pertanyaan yang paling sering dan paling banyak diterima oleh Guru MAN 3 Aceh dari rekan-rekan sekolah lain yang se-profesi. Banyak juga yang heran saat mengetahui berapa jumlah dana yang dihabiskan untuk sekali acara dalam beberapa MANTAB Fair belakangan ini yang mencapai kisaran 35 juta rupiah. Lalu, darimana dananya?

Dana utama MANTAB Fair merupakan sumbangan masing-masing dewan guru dan tenaga kependidikan di MAN 3 Aceh Besar baik yang berstatus PNS maupun Non-PNS, juga dari sumbangan setiap siswa yang biasanya hanya dibebani Rp20,000 pers-siswa + dua bungkus nasi putih untuk hari penutupan acara. Bagaimana para guru bisa sepakat mengumpulkan dana untuk membuat kegiatan di sekolah yang diikuti sekolah lain? Inilah dia mindset “Promosi bisa mencapai 50% modal” yang sudah sangat dipahami dan dimaklumi oleh Keluarga MANTAB baik sebab maupun akibatnya, karena kami semua sudah melihat dan merasakan outfit dan profit dari kegiatan besar ini.

Tentunya di samping sumber utama dana tersebut panitia juga mengedarkan proposal kepada para sponsor agar dapat dibantu apa saja sekecil apapun tanpa paksaan dan tanpa mengikat sehingga seluruh dana yang dikumpulkan terpakai untuk berbagai keperluan demi suksesnya MANTAB Fair.  (Unc.A)

Scroll to Top