MAN 3 Aceh Besar “Tancap Gas” Gandeng KUA Inspiratif Perkuat Karakter Siswa

Belum kering tinta piagam penghargaan Hari Amal Bakti (HAB) Kemenag ke-80, MAN 3 Aceh Besar langsung melakukan manuver nyata di lapangan. Sebagai institusi yang baru saja dinobatkan sebagai Madrasah Aktif Literasi 2025, madrasah ini membuktikan bahwa literasi bukan sekadar urusan membaca buku, melainkan juga literasi kehidupan dan karakter.

Tepat pada Rabu, 7 Januari 2026, MAN 3 Aceh Besar bersama KUA Indrapuri sukses menggelar program Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS) yang menyasar seluruh siswa kelas XI. Langkah ini menjadi bukti proaktif madrasah dalam membekali siswanya menghadapi dinamika usia remaja.

Kegiatan yang berlangsung khidmat di Musalla MAN 3 Aceh Besar ini menjadi istimewa karena mempertemukan dua lembaga berprestasi. KUA Indrapuri, yang baru saja menyabet gelar KUA Inspiratif Tahun 2025 pada HAB ke-80, hadir membawa amunisi edukasi terbaik bagi para siswa.

Kepala KUA Indrapuri, Imaman, S.Ag., turun langsung memimpin rombongan untuk memberikan arahan dan sambutan hangat kepada peserta.

Wakil Kepala Bidang Kurikulum MAN 3 Aceh Besar, Azwir, S.Pd.I., M.Ag., menegaskan bahwa kolaborasi ini adalah bagian dari komitmen madrasah untuk memberikan bimbingan yang holistik.

“Kami ingin mereka tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga siap secara mental dan spiritual dalam menghadapi fase remaja,” ujarnya dalam keterangan tertulis.

Pemilihan lokasi di musalla madrasah menciptakan atmosfer diskusi yang lebih personal, memungkinkan para siswa kelas XI menyerap materi dengan lebih optimal.

Gelar Madrasah Aktif Literasi 2025 yang kini disandang MAN 3 Aceh Besar menjadi motor penggerak untuk terus produktif.

Plt. Kepala MAN 3 Aceh Besar, Ismail, S.Pd.I., M.Ag., dalam keterangannya menyebutkan bahwa kolaborasi dengan KUA Indrapuri adalah langkah konkret untuk menyiapkan generasi yang tangguh dan berwawasan luas.

Dengan rentetan prestasi dan aksi nyata di awal tahun 2026, MAN 3 Aceh Besar semakin mengukuhkan posisinya sebagai lembaga pendidikan yang tidak hanya jago “di atas kertas”, tetapi juga aktif melakukan transformasi karakter di lapangan.[]

Scroll to Top