
Sebanyak 35 siswa dan siswi MAN 3 Aceh Besar (MAN Indrapuri) mengikuti Bimbingan Pra Nikah Usia Sekolah Angkatan II yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama Kabupaten Aceh besar melalui Seksi Bimbingan Masyarakat Islam (Bimas), di Ruang Pertemuan madrasah setempat.
Bimbingan ini dilaksanakan selama satu hari penuh pada Jum’at 3 Maret 2023 dan dibimbing oleh dua orang tenaga yang profesional dikalangan Aceh Besar yaitu T. Raden Sulaiman(Ampon Man) senior kak Pramuka di Kwarcab Aceh Besar dan Ibu Ida Royani, M. Kes dari Dinas Kesehatan Aceh Besar.
Kegiatan bimbingan pra nikah bagi anak usia sekolah bertujuan membuka wawasan para pelajar agar tidak terburu-buru menikah pada usia yang belum cukup. Penikahan dini biasanya berawal dari pergaulan bebas dan lemahnya fungsi kontrol orang tua. Bimbingan ini dapat membuka cara pandang para pelajar untuk memahami dampak dan resiko dari pernikahan dini. Intinya kegiatan ini bertujuan untuk memberikan bekal pengetahuan, pemahaman kepada para siswa yang nantinya melangsungkan pernikahan, sehingga terwujudnya keluarga samawa, ungkap Ampon Man kepada para peserta BRUS..
Kepala Kantor Kementerian Agama Aceh Besar yang diwakili M. Nur mengatakan, untuk mencegah terjadinya pernikahan dini pada kalangan pelajar, perlu dilakukan bimbingan pra nikah seperti ini. Pergaulan anak-anak remaja saat ini sudah tidak ada batas lagi. Maka pengawasan dan bimbingan menjadi kunci menyelamatkan remaja. Terlebih menghindarkan para remaja dari pernikahan dini, karena kondisi yang tidak mereka inginkan.

“Menikah jangan buru-buru, harus ada bekal, bekal materi, bekal ilmu, bekal berkeluarga, memahami reproduksi remaja, kesehatan reproduksi dan lain sebagainya. Intinya nikah itu butuh persiapan, butuh proses,” Pinta Ibu Ida Royani didepan siswa dan siswi MAN 3 Aceh Besar di Indrapuri.
Ia juga mengingatkan jangan sampai kalangan remaja tidak paham ilmu pernikahan dan bagaimana seharusnya membangun rumah tangga yang baik.
“Bagaimana setelah menikah kita mempersiapkan ekonomi keluarga, sehingga suami jangan asyik main chip, lupa akan tanggung jawab dalam berumah tangga, begitu juga istri, belajar memasak, nyuci dan sebagainnya,
“Saat ini yang paling penting bagi remaja adalah rajin belajar dan menuntut ilmu, mengikuti apa yang dianjurkan oleh pemerintah lewat guru ikuti dan taati serta dengarkan,” ujarnya.
Remaja saat ini membangun diri, mempersiapkan diri untuk kemudian menjadi orang yang berguna, bermanfaat, berpengetahuan dan siap untuk membangun keluarga.
Pihak Kankemenag Aceh Besar dan kepala KUA dalam wilayah Rayon I berterima kasih pada kepala MAN 3 Aceh Besar, dan guru atas izin penggunaan tempat.
Sementara Kepala MAN 3 Aceh Besar Drs. H. Burhanuddin menyambut baik kegiatan Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS) yang dilaksanakan oleh Kantor Kementerian Agama Aceh Besar ini yang mengambil tempat di madrasah ini. Bahkan kepala madrasah mengharapkan kepada pihak penyelenggara kegiatan ini terus dilakukan bimbingan kepada siswanya setiap tahun terutama bagi siswa dan siswi yang telah menduduki di bangku kelas XII yang usianya sudah meranjak ke remaja, harapnya.
Imaman, S.Ag, Panitia pelaksana kegiatan pada detik menjelang berakhirnya kegiatan, “Kami minta maaf atas segala kesilapan dan kekurangan selaku penanggungjawab,” ujarnya. Turut hadir dalam kesempatan tersebut seluruh kepala KUA Indrapuri, KUA Kuta Cot Glie, KUA Seulimeum, KUA Lembah Seulawah, dan KUA Kota Jantho selaku panitia bersama Wilayah I penyelenggara bimbingan pra nikah usia sekolah di lingkungan Kantor Kemenag Kabupaten Aceh Besar Tahun Anggaran 2023.

